konsekuensi take home test tesos, HAE, dan sospedesaan
March 26, 2009
berangkat dari tugas tugas uts yang menumpuk.. pola tidur hampir jika bukan semuanya mahasiswa sosiologi fisip ui angkatan 2007 berubah. dari pukul 08.00 wib hingga pukul 13.00 wib kita mahasiswa ini memilki jadwal kuliah. dan sebagian dari kami mungkin bisa dibilang semua masih merasa terpaksa menjalaninya… apalagi ada seorang dosen kami yang bilang dengan nada bercanda, begini.. “nah kan salah masuk jurusan kan?!!”
gimana kami ga sewot dan ingin marah rasanya.. kenapa dosen itu bilang gitu.. kenapa ga bilang dari dulu hahaha kan kalo udah gini sayang buat ngulang kuliah lagi dari awal.. tapi secara jujur saya tidak terlalu menyesal masuk jurusan ini meskipun pasti ada sedikit rasa menyesal di suatu ketika hehehe.. langsung saja pernyataan dosen kita pada saat itu mengundang gelak tawa yang sedikit mengandung nada mencibir ehehe..
lanjut ke permasalahan inti dari penulisan ini. jadwal uts telah tiba.. kita memiliki 7 mata kuliah yang akan di uji di mid semester ini. mayoritas dari kami mengambil mata kuliah pilihan HAE ini atau untuk lebih jelasnya hubungan antar etnik. nah berangkat dari situlah maka take home test kita bertambah.. ada teori sosiologi modern yang memiliki 5 soal yang berbobot sama tiap soalnya..ada juga sosiologi pedesaan yang disuruh untuk membuat ringkasan buku yang hampir 400halaman lebih kedalam satu rangkuman objektif maksimal 5 HALAMAN!!! hebat ga tuh hahaha… dan yang terahir adalah tugas dari kuliah HAE, pada awalnya kami ‘agak’ senang melihat soalnya dan maksimal lembar kertas untuk menjawab namun ketika kami mendengar kabar gembira bahwa ada soal tambahan.. maka seketika itu pula jantung kita semua berhenti… ahahahaha
pada intinya secara garis besar take home test ini menguji kita untuk rajin menulis dengan padat dan berisi.. tapi klo batas maksimalnya 25 halaman gimana kita mau berisi dan padat hehehe..tapi untungnya ( ini harus diuji dan dijadikan teori nih kenapa orang indonesia selalu ngomong dengan awalan untungnya-sebuah fakta sosial baru) dua take home test yang lain membatasi diri dengan maksimal 5 dan 3 halaman.. jadi itu agak memeringan tugas kami…
secara sejarah jarang dari kami untuk mengerjakan tugas secara dicicil.. namun pola itu segera dirubah dengan hadirnya tugas tugas ini…
contohnya adalah anak geng kutek selatan… kami menamai diri kamii sendiri begitu karena lokasi kami berada dikutek dan secara arah angin kita ada di selatan.. walhasil lahir lah nama asal itu.. sebut saja gatut, cimed,dan saya berusaha untuk menyicil tugas tugas tersbut..
yang paling rajin diantara kami mungkin cimed dengan pemikirannya yang agak berat ke kiri (untuk pemberitahuan bahwa pemikiran marx, lenin itu masih dilarang oleh hukum negara kita loh karena berpotensi makar katanya) lalu ada si gatut si muda bermuka tua yang juga rajin dalam menyelesaikan tugas. dan yang terakhir adalah saya, si malah nyicil tapi punya niat besar untuk nyicil sebesar baliho caleg caleg sekarang hahaha. fokuus lagi yaa.. gatut dan cimed selesai lebih awal dalam mengerjakan tugas tugasnya namun konsekuensinya adalah pola tidur yang berubah… bayangkan saja dari data yang saya dapat dengan melakukan metode Versetehen nya Weber saya menemukan bahwa si gatut baru tidur sekitar jam 4 atau 5 setiap dia selesai mengerjakan tugas.. alamajang ga tuh.. demi tugas yang sulit itu kita relakan waktu tidur kita yang merupakan hak asasi manusia.. tapi karena keterbatasan peneliti yaitu saya, saya belom mendapatkan informasi mengenai pola tidur si cimed tapi yang saya tahu dia pernah bilang kalo dia baru tidur jam 5 dan yang paling parah lagi mereka berdua yang kost di gedung yang sama, tidak tidur pada malam rabu kemarin. tapi penyebabnya bukan saja tugas namun malah nonton dvd gitu katanya! *geblek..
kembali ke masalah pola tidur.. pola tidur saya juga berubah.. beberapa hari terakhir saya berusaha untuk pulang lebih awal kekosan untuk tidur beberapa jam sebelum bergadang di malam harinya..dan usaha itu terkadang berhasil… pada satu hari saya melakukan begadang hingga pukul 4 pagi demi mengerjakan tugas HAE.. bersama 4 orang teman di kosan saya.. kita semua pada pagi harinya udah kayak ZOMBIE.. tapi bukan ROB Zombie ya hahaha.. kantung mata kita hitam sekalii.. nah yang paling parah adalah pada hari rabu kemaren.. tanggal 25 maret 2009. hari itu adalah deadline dari tugas HAE dan sospedes. pagi harinya saya liat hampir jika bukan seluruhnya mahasiswa sosiologi 2007 memiliki kantung mata dan jalan dengan malasnya serta malas juga untuk mengikuti kuliah dan hanya ingin mengumpulkan tugas tersebut. untung..(lagi lagi kata depan untung) dosen pada kuliah pertama hari itu yaitu kuliah HAE tidak ada jadi kami memiliki waktu lebih untuk memulihkan diri.. dan kuliah berikutnya yaitu sospedes semua dari kami ngantuk se ngantuk ngantuk nya umaaatt… gara gara bergadang.. jadi benar kata bung OMA bahwa jangan lah begadang jika tiada artinya.. tapi karena begadang kita ada artinya berarti begadang kita mubah dan halal dan mui tidak bisa mengharamkan hehehe..
dan hasil yang lebih buruk akan terlihat nanti pada tanggal 27 maret 2009 pukul 08.30 atau bisa dikatakan beberapa jam dari penulisan blog ini.. karena pada saat itu lah deadline dari tugas tesos II.. saya yakin bahwa setiap detik dan momen dari pengetikan tulisan ini.. masih banyak anak sosio 07 yang masih terbangun dan berusaha merangkai kata demi kata untuk menjawab pertanyaan dari tugas tersebut.. semoga berhasil wahai teman teman kuu dan semoga para hantu weber, durkheim, dan marx mendengar jeritan muu… sekian sekilas dari kegiatan baru anak sosio 07
ORANG RIMBA, TARZAN VERSI KITA
March 26, 2009
Untuk pemberitahuan lebih awal bahwa tulisan ini adalah essay gw dalam memenuhi tugas take home test mata kuliah hubungan antar etnik. semoga menarik untuk dibaca ya…
“Ethnicity is not a thing or collevtive asset of particular group; it is a social relation in which social actors perceive themselves and are perceived by others as being culturally distinc collectivities.”
-Sinisa Malesevic-
Terdapat tiga penyebutan terhadap Orang Rimba, yaitu Kubu, Suku Anak Dalam, dan Orang Rimba. Kubu adalah sebutan yang digunakan oleh masyarakat Melayu dan masyarakat Internasional untuk mengidentifikasi mereka. Kubu dalam bahasa Melayu memiliki makna peyorasi seperti primitif, bodoh, kafir, kotor, dan menjijikan. Sebutan ini telah populer semenjak lahirnya tulisan-tulisan pegawai kolonial dan etnografer pada awal abad ini. Namun terdapat pendapat lain dari makna Kubu itu sendiri, menurut cerita atau mitos sejarah, pada saat itu sebagian penduduk Kerajaan Sriwijaya yang tidak mau dikuasai orang asing berpindah ke hutan dan seterusnya hidup di hutan. Mereka ini disebut Orang Kubu, yang salah satu variasinya adalah Orang Rimba. Istilah kubu dimungkinkan bermakna benteng, yang bisa diartikan sebagai membangun benteng dengan mendirikan komunitas baru di daerah terpencil dan jauh di pedalaman hutan. Kedua adalah Suku Anak Dalam, sebutan ini digunakan oleh pemerintah melalui Departemen Sosial. Anak Dalam memiliki makna orang terbelakang yang tinggal di pedalaman. Karena itulah dalam perspektif pemerintah mereka harus dimodernisasikan dengan mengeluarkan mereka dari hutan dan dimukimkan melalui program Pemukiman Kembali Masyarakat Terasing (PKMT). Sebutan terakhir adalah Orang Rimba, sebutan ini digunakan oleh mereka sendiri untuk menunjukkan jati diri mereka sebagai masyarakat yang tidak bisa lepas dari hutan. Konsep ini paling proporsional dan obyektif karena didasarkan kepada konsep Orang Rimba itu sendiri dalam menyebut dirinya. Penyebutan Orang Rimba pertama kali dipublikasikan oleh Muntholib Soetomo tahun 1995 dalam desertasinya yang berjudul “Orang Rimbo : Kajian Struktural-Fungsional Masyarakat terasing di Makekal, Propinsi Jambi”. Penyebutan Orang Rimba dengan berakhiran huruf “o” pada disertasi tersebut dipertentangkan oleh beberapa antropolog meski tidak ada perbedaan makna, tetapi akhiran “o” pada sebutan Orang Rimbo merupakan dialek Melayu Jambi dan Minang. Sementara fakta yang sebenarnya adalah Orang Rimba tanpa akhiran “o”.[1]
Untuk dapat menilai dan mengatakan apakah Orang Rimba adalah suatu etnis maka kita harus mengidentifikasikan Orang Rimba tersebut dan menganalisisnya dengan syarat-syarat yang menjadikan Orang Rimba tersebut menjadi suatu etnis, karena etnisitas timbul sebagai konsekuensi dari pengidentifikasian etnis kita sendiri atau dengan kata lain Orang Rimba tersebut sendiri lah yang menilai dirinya sebagai suatu etnis. Etnisitas tidak lah hanya sekedar ras, karena dalam suatu masyarakat terdapat proses sosialisasi dan kategori sosial.[2] Syarat lain terbentuknya suatu etnis adalah proses etnisitas itu muncul karena adanya rasa perbedaan dengan kelompok lain (collevtive memory). Kemudian tahap yang terakhir dari proses pembentukan suatu etnisitas adalah mencari kelompok lain punya kesamaan, contohnya secara fisik, warna kulit, dan ciri fisik lainnya. Proses identitas suatu etnis terjadi karena ada tiga faktor pembentuk proses identitas itu sendiri, pertama adalah adanya identifikasi dari negara, contoh pada Orang Rimba yaitu pengidentifikasian mereka sebagai Suku Anak Dalam oleh pemerintah melalui Departemen Sosial. Kedua, adanya proses identifikasi dari diri mereka sendiri. Sebutan Orang Rimba muncul dari diri mereka sendiri yang digunakan sebagai jati diri mereka yang tidak bisa lepas dari hutan dan yang membedakan mereka dari etnis lain. Menurut cerita lisan dari beberapa orang Rimba di TNBD, mereka mengatakan mereka adalah Orang Rimba yang memiliki keturunan orang Padang (Minangkabau) yang pada masa penjajahan Belanda berusaha melakukan perlawanan, namun pada akhirnya tidak mampu melawan. Kemudian mereka lari ke hilir (ke arah laut) dan sebagian ke arah hulu (ke arah hutan). Mereka yang menyingkir ke arah hutan inilah yang mereka sebut dengan Orang Rimba, sedangkan yang lari ke arah laut menjadi Orang Mingangkabau. Pelarian yang lama pula lah yang mengakibatkan mereka berada di Jambi saat ini.[3] Proses inilah yang juga membentuk suatu collective memory Orang Rimba, mengenai siapa mereka dan bagaimana asal-usul mereka yang kemudian membentuk suatu kesadaran etnis. Kemudian proses selanjutnya dari identifikasian suatu masyarakat sebagai identitas suatu etnis adalah adanya identifikasi dari orang lain atau dari kelompok masyarkat lain. Contoh pada kasus Orang Rimba ini adalah adanya cemoohan dari masyarakat sekitar Orang Rimba yang menganggap bahwa Orang Rimba itu primitif, bodoh, kafir, kotor, dan menjijikan. Pengidentifikasian itu muncul karena Etnis Melayu Jambi yang melakukan hal itu menganggap bahwa Orang Rimba berbeda dengan mereka baik secara fisik maupun secara kultural. Dari hal tersebut pula lah yang membentuk suatu proses identitas etnis dari Orang Rimba, mereka melakukan proses identifikasian siapa diri mereka dengan mengamati ciri fisik yang dianggap hampir mirip dengan mereka. Dari kesamaan-kesamaan yang ditemukan ini lah yang membentuk identitas etnis Orang Rimba yang yang menganggap bahwa mereka satu nenek moyang dengan Etnis Minangkabau ketimbang dengan Etnis Melayu Jambi. Jadi, Orang Rimba dapat dikatakan sebagai suatu etnis karena terjadi suatu proses pembentukan etnis di dalamnya, tidak hanya sekedar kesamaan fisik dan mengkategorikan diri mereka diri sendiri berdasarkan unsur biologis, namun adanya suatu collective memory dan kesadaran etnis diantara masyarakat Orang Rimba. Hal inilah yang membedakan Etnisitas dan Ras, seperti apa yang dikatakan Horrowitz mengenai etnisitas, “etnicity easily embraces groups differentiated by color, language, & religion, it covers tribes, races, rationalities, & castes.”[4] Jadi jelas bahwa suatu etnis atau etnisitas bukanlah suatu hal yang fixed, etnis adalah suatu konsekuensi dari hasil interaksi sosial yang mana aktor. Dan teori lain yang mendefinisikan ethnic group dilakukan oleh Weber, yaitu bahwa ethinc group adalah “those human group that entertain a subjective belief in their common descent because of similarities of physical type or of customs or both, or because of memories of colonisation and migration ; conversely, it does not matter whether or not an objective blood relationship exist”.(1968:389)[5].
Etnisitas terjadi karena adanya suatu proses interaksi sosial diantara masyarakat. Dari interaksi inilah timbul suatu pola-pola hubungan antar etnis. Pola hubungan terjadi diantaranya yaitu hubungan antara Orang Rimba dengan Etnis Melayu Jambi dan hubungan antara Orang Rimba dengan Negara. Hubungan yang terjadi antara Orang Rimba dan masyarakat sekitar,contohnya etnis Melayu berdasarkan sejarahnya tidak selalu positif. Salah satu kasus terjadinya dominasi, diskirminasi, dan eksklusi terhadap Orang Rimba terjadi pada masa lalu, dahulu kala di Jambi terdapat perbudakan. Orang Melayu Jambi mencari budak dengan cara menangkapi Orang Kubu (termasuk Orang Rimba). Setelah ditangkap, Orang Rimba dijadikan budak dan dipaksa melakukan berbagai pekerjaan. Pengalaman tidak menyenangkan yang dialami Orang Rimba tidak hanya itu, mereka juga diharuskan membayar upeti kepada pihak penguasa. Dominasi Etnis ini menghasilkan suatu diskriminasi dan eksklusi terhadap Orang Rimba. Dan yang lebih parah lagi sekarang keberadaan Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas semakin terancam. Hal ini dikarenakan munculnya Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas (RPTNBD) mengindikasikan ancaman terhadap keberadaan masyarakat yang hidup sejak ratusan tahun lalu di kawasan tersebut.
Sebelum disahkan melalui SK Menhutbun No. 258/Kpts-2/2000 menjadi kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Bukit Duabelas merupakan kawasan kultural Orang Rimba.[6] Mereka sudah mengatur hidup dan kehidupannya sejak ratusan tahun. Pengaturan tersebut juga termasuk dalam hal pengelolaan kawasan Bukit Duabelas dalam bentuk kearifan dan hukum-hukum adat yang masih berlaku dalam masyarakat adat orang rimba. Kebijakan Pemerintah Propinsi Jambi melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jambi yang tertuang dalam Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas (RPTNBD) telah mengancam hak-hak masyarakat adat Orang Rimba sebagai penduduk asli Taman Nasional Bukit Duabelas. RPTNBD banyak berhubungan dengan hidup dan penghidupan Komunitas Adat Orang Rimba, akan tetapi keterlibatan Komunitas Adat Orang Rimba dalam pembuatan dan penyusunan RPTNBD bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Kenyataan ini diperkuat oleh pengakuan seluruh rombong/kelompok Orang Rimba.
Akibatnya, di dalam RPTNBD tergambar ancaman terhadap eksistensi Orang Rimba dalam bentuk penindasan terhadap hak-hak Komunitas Adat Orang Rimba. Bentuk penindasan tersebut diantaranya adalah adanya pelarangan beraktivitas terhadap kegiatan yang menjadi sumber kehidupan utama Orang Rimba yaitu bercocok tanam dan berburu di wilayah-wilayah tertentu di Taman Nasional Bukit Duabelas. Terbitnya RPTND telah menimbulkan permasalahan-permasalahan dalam masyarakat. Permasalahan tersebut akan mengancam eksistensi dan kehidupan Orang Rimba.
Akhirnya RPTNBD layak disimpulkan merupakan kebijakan yang dibuat terburu-buru, tidak mencerminkan keberpihakan dan telah melanggar hak-hak komunitas adat Orang Rimba. Hal ini dalam diartikan jikalau RPTNBD yang diterbitkan oleh BKSDA Jambi, Desember 2004, merupakan kebijakan negara yang telah melanggar hak asasi manusia khususnya hak-hak komunitas Orang RImba sebagai penduduk asli Taman Nasional Bukit Duabelas. Dari fakta inilah kita dapat melihat bahwa mungkin telah terjadi suatu kepentingan politik dalam pembuatan RPTNMD tersebut. Seharusnya negara lebih bersifat inklusif, dengan cara memperhatikan pula apa yang menjadi hak dari Orang Rimba. Proses dominasi dari negara juga terlihat dari kasus pengadilan pemimpin dua kelompok Orang Rimba yang terkait kasus pembunuhan akibat konflik dari utang-piutang. Sebenarnya kasus pembunuhan ini telah diselesaikan dengan cara adat yaitu dengan membayar 1.000 kain, namun hukum negara memaksa agar proses pengadilan sesuai dengan hukum negara. Tentu saja Orang Rimba tidak setuju dengan hal ini, pada proses pengadilan akhirnya terjadi kerusuhan. Banyak wanita dan anak-anak menangis, meminta agar para pemimpin kelompok mereka dibebaskan. Negara harusnya mengerti dan mengrormati hukum adat. Karena tidak selamanya hukum negara adalah hukum yang baik. Negara telah melanggar bentuk kearifan lokal dan hukum-hukum adat yang masih berlaku dalam masyarakat Orang Rimba.
Orang Rimba sebagai suatu Etnis mengalami banyak diskriminasi baik oleh Etnis lain maupun oleh Negara. Diskriminasi dan bahkan sampai pada tahap eksploitasi berlebihan ini disebabkan pula oleh pola hubungan Orang Rimba dengan dunia luar. Oleh masyarakat Jambi, Orang Rimba dikenal sebagai suatu kelompok sukubangsa yang identik dengan kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan kehidupan yang terisolasi, baik secara geografis maupun secara budaya. Bayangan bahwa Orang Rimba adalah orang yang bandel dan tidak mau menuruti aturan yang adalah pemahaman yang nyata ada dalam masyarakat Jambi.Dalam hal ini Orang Rimba mengalami proses dominasi oleh Orang Melayu, sebagai kelompok sukubangsa mayoritas di Jambi. Proses dominasi ini mereka alami baik secara secara budaya, ekonomi, dan politik, serta dilakukan sejak berabad-abad lamanya. Dan proses dominasi ini juga tercermin dalam struktur sosial yang mengikat kedua etnis tersebut.
Orang-orang Melayu mempekerjakan Orang Rimba untuk mencari sumber daya di hutan dan menyadap karet yang dimiliki oleh mereka. Orang-orang Melayu memanfaatkan kemampuan Orang Rimba tersebut untuk mendapat komoditi sumber daya alam melalui perangkat-perangkat aturan yang mengatur posisi dan tugas masing-masing orang serta kelompok etnik yang bersangkutan. Aturan-aturan ini didasarkan pada prinsip utama kesultanan Melayu Jambi yang berprinsip serah naik jajah turun dan jajah naik penuntung turun. Prinsip pajak yang bertujuan untuk mempertegas alur distribusi barang (komoditas dan pajak) ,baik dari daerah hulu (pedalaman) ke daerah hilir (pesisir) maupun sebaliknya.
Aturan-aturan tersebut diatas kemudian menjadi acuan dimana didalamnya berisi bagaimana hubungan status dan peran sebaiknya dijalankan oleh kedua belah pihak dalam berinterkasi secara sosial. Aturan-aturan tersebut kemudian terserap dalam struktur hubungan antara Orang Rimba dan Etnis Melayu yang membentuk polanya, serta terwujud dalam institusi-institusi sosial dan ekonomi yang ada secara mapan. Hal tersebut di atas sesuai dengan perspektif dalam menganalisis hubungan antar etnik yaitu, perspektif political economy, yang berusaha menjelaskan bahwa dalam hubungan antar etnis telah terjadi suatu eksklusi sosial dan ketidakadilan etnik.[7] Dasar status kedua etnis ini, Orang Rimba dan Etnis Melayu, kemudian menjadi suatu ciri yang sifatnya askriptif yang membentuk hubungan yang dominan-minoritas. Dalam artian suatu hubungan yang tidak seimbang dan sejajar. Hubungan antar-etnik adalah hubungan yang dihasilkan dari adanya hubungan antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang berbeda etniknya. Orang Rimba pada akhirnya tereksklusi dari akses-akses yang seharusnya dapat memperbaiki kualitas hidup mereka, karena sistem masyarakat dan negara yang menganggap mereka masyarakat tertinggal maka mereka dapat dieksploitasi.
Solusi atau mungkin bisa dibilang sebagai cara Orang Rimba menghindari diskriminasi adalah dengan proses asimilasi. Orang-orang Rimba memilih untuk bediom, yaitu dengan cara menghilangkan ciri-ciri yang merujuk kepada kelompok dominan. Upaya Orang Rimba untuk berubah identitas adalah bagian dari proses asimilisi mereka kepada kebudayaan mayoritas Melayu yang dianggap lebih tinggi. Asimilasi dapat dianggap sebagai suatu konsekuensi masyarakat Orang Rimba agar mereka tidak lagi terdiskriminasi. Walaupun Orang Rimba sadar bahwa mereka tetap saja tidak akan diterima sepenuhnya oleh masyarakat Melayu Jambi.
Langkah yang dapat diambil negara untuk mengatasi masalah yang dihadapi Orang Rimba adalah pertama, mengembalikan kembali fungsi hutan atau Taman Nasional Bukit Duabelas menjadi tempat tinggal Orang Rimba. Jika memang negara ingin memajukan kehidupan dari masyarakat Orang Rimba dengan cara memperkenalkan sistem baca-tulis-hitung, maka cara itu tidak boleh melanggar hukum-hukum adat yang berlaku di sana. Proses Labelling yang telah terjadi kepada Orang Rimba oleh Etnis Melayu Jambi pun harus dihapuskan oleh negara. Karena proses itu menjadi penyebab terjadinya dominasi, diskriminasi, dan eksklusi yang dialami oleh Orang Rimba. Rencana Pembangunan Taman Nasional Dua Belas harusnya lebih memihak kepada kepentingan Orang Rimba, bukan kepada kepentingan komersial apalagi kepada kepentingan politik yang merugikan. Karena apa yang sebenarnya terjadi dalam proses Rencana Pembangunan Taman Nasional Dua Belas itu adalah proses pembersihan etnis (genocide) yang dijalankan secara halus. Negara tidak melakukan pembunuhan atau etnis lain tidak membunuh secara massal etnis Orang Rimba, namun dengan hilangnya tempat tinggal Orang Rimba maka akan semakin menurun pula tingkat populasi mereka. Seperti fakta yang ditemukan bahwa pertambahan penduduk mereka hanya 186 jiwa selama enam tahun terakhir dari tahun 2002 hingga tahun 2008.[8]
[1] R. Kiki Taufik, dalam tuliisan Orang Rimba : Masyarakat Terasing yang Semakin Termajinalisasi, http://www.geografiana.com/makalah/sosial/orang-rimba
[2] Perkuliahan Hubungan Antar Etnik, Sosiologi, FISIP UI. 11 Februari 2009.
[3] Ahmad Kurnia, dalam tulisan Asal-Usul Orang Rimba, 3 Desember 2008 http://indoculture.wordpress.com/2008/12/03/asal-usul-orang-rimba/
[4] Perkuliahan Hubungan Antar Etnik, Sosiologi, FISIP UI, 11 Februari 2009.
[5] Dikutip dari kutipan dalam buku Sociolgy of Ethnicity, Sinisa Malesevic, London, 2004. hlm. 25.
[6] Ahmad Kurnia, Asal-usul Orang Rimba, http://indoculture.wordpress.com/2008/12/03/asal-usul-orang-rimba/, 3 Desember 2008.
[7] Sinisa Malesevic, Sociology of Ethnicity, London : 2004. hlm. 31.
[8] Yurnaldi, Kesehatan Masyarakat Orang Rimba Terancam, http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/17/04302571/orang.rimba.terancam,
genKlay
October 31, 2008
ini adalah sebuah kisah tentang sekelompok individu yang dipertemukan berdasarkan rencana Tuhan. hahaha tapi gatau juga sih kenapa Tuhan merencanakan pertemuan para ALAY ini hahahaha…..
gw tidak akan bertele-tele lagi.. ini baru saja terjadi, ini nyata hanya ada di indonesia hahaha… gw baru aja karokean tadi di tempat karoke bernama NAV dibilangan margonda alias margo city alias MARTOS saingannya DETOS hahah bagi kalian yang tidak pernah menyambangi depok yang panas dan terkenal akan belimbingnya pasti ga akan tau apa itu detos martos margo city apa lagi lo ga akan mungkin tau ada tempat belajar bagi anak-anak di daerah sana yang bernama RUMBA hahaha jadi keluar konteks nih… oke oke balik lagi ke kisah karokean gw deh.. jadi yg berkaroke adalah gw sang penulis, si rEnLaY(menjabat sebagai PJ), ada juga si SULAY yg merupakan ketua gerakan alay hahah, lalu ada si LALAY yang diam diam ternyata alay, lalu ada si PUSPA yang jadi inspirasi ST 12 hahaha, lalu ada si YUKANGKANG si kecil berisik ada juga D.A si bocah bojong, ada juga si iyem,korban kealayan dari para alay tapi ternyata dia memendam bakat alay hahaha, ada 2 orang dari kita yang ga ikut yaitu si RINCE sang biduan dangdut hahaha, lalu ada si PREMAN yang berhalangan hadir karena kesibukannya. kita tergabung dalam kepanitiaan OKB dan kita kebagian jadi perlap dan divisi itulah yang mempertemukan kita sampai hari ini hahah…OKB itu apa ga usah dijelasin ya, itu bukan fokus ceritanya hehehe tapi kalo mau tahu hubungi nomer dibawah ini… zong…. heheh maaf nge garing dulu.. cukup perkenalannya. kita lanjut ke kisah karokeannya
karokean ini dimaksudkan untuk merayakan kesuksesan kita sebagai perlap walaupun kita sendiri yang bilang kita sukses hahahah kita pengen bikin acara pembubaran panitia sendiri alias kumpul2 bareng untuk menjaga tali silaturahmi alias ingin menjaga info tentang alay alay terbaru… baju apa yang lagi alay, gerakan apa yang lagi alay, lagu apa yg belum tampil di INBOX ATAU DAHSYAT hahaha ataupun siapa yang kemungkinan akan terekrut dalam genKlay ini hahaha… jadi kita pilih hari ini tertanda 31 oktober 2008 sebagai hari nya. bertepatan juga dengan halloween bener ga sih nulisnya haha bodo ah. jadi kita sebenernya pengen pake dresscode gitu, ada yg berusulan pake baju suzanna gitu haha atau yg paling simpel kita mau diseragamin pake kutek item gitu nice kan gahgahgahghahaha…. kita pilih nav martos alias margo city karena deket kampus.
semua langsung diberi jarkom bahwa kita akan perform di NAV jam 5 sore hari ini heheeh ada yg persiapannya bener2 pol.. si sulay malah sempet mempersiapkan list top 10 lagu alay hahaha tapi ternyata dia lupa bawa. jadi lah kita pilih lagu seinget nya aja atau se penglihatan kita di acara INBOX hahaha penampilan pertama gw ga ikut karena gw telat masuk ruangannya.. se datengnya gw langsung terpasang lah lagu OH BABY dari CINTA LAURA dan beraksilah kita!!!! kita semua mulai mengikuti gerakan dari mba cinta kita juga bernyanyi dengan logatnya ahahaha lebay ah… pokoknya 3 lagu pertama itu kita dibuat berkeringat deh… setelah cinta menyusul ada lagu P.U.S.P.A. bagi anda yang tidak uptodate lagu itu adalah milik ST 12 dengan artian PUtus kan Saja PAcarmu jadi singkatanya adalah PUSPA hahahahahah believe it or not deh hahaha… gw udah ga bisa inget lagu yg kita pasang secara berurutan.. pokoknya lagu lagu wajib pengamen kita mainkan semua dari angkasa band, merpati, juliette, kangen ben,dan semacamnya deh lo tinggal sebut kita pasti mainin hehehe dan yang paling seru kita menirukan gaya vokalisnya… ketika kita nyanyi puspa kita semua bergaya rambut ala CHARLY vokaler nya ST 12 hahaha lo tau semua kan gaya dia gimana… rambutnya yang belah tengah nanggung itu minta di COLOK banget deh hahahah…
kita tanpa henti hentinya tertawa dan bernyanyi… seperti kata bung giring dalam lagunya tertawalah walaupun dunia tidak seindah surga hahehahahah sotoy banget ya dia.. siapa bilang dunia tidak seindah surga kayak dia pernah kesurga aja… kalo semua orang pengen ke neraka karena dianggap indah, neraka bisa dibilang surga ga tuh hehehe apa sih jadi ngaco gini… fokus fokus..
kita juga tidak melewatkan memasang lagu lagu lawas mulai dari tenda biru sampai ke lagunya yuni shara yg lagu mandarin jadi indonesia itu ahahaha pasti pada lupa deh gw juga lupa tadi judulnya apaan hahaha setelah lagu lawas… dan beristirahat dari gerakan2 yg memeras otak dan raga hahaha lalu kalo gasalah kita memilih lagu racun dunia dan itu benar2 membakar semangat lagi… TAPI kita tentu saja tidak melupakan LAGU KUDU MUSTI WAJIB yaitu lagu dari……………………………………. D’MASIV… yang mana lagunya? pasti lo tau… THIS LOVE IS KILLING ME HAHAHA cinta ini membunuhku dan satu lagi andalannya MISSING YOU alias merindukan mu hahahaha ….. kita semua menyanyikannya dengan khidmat heheheh dengan penuh penjiwaan dan penuh semangat!!!! terutama si puspa dan satu lagi yg tidak bisa disebut namanya disini hahahaha ayo ngaku tuh siapa satu orang lagi yg nyanyi dengan penjiwaan yang maksimal hahaha… kita semua bernyanyi dengan penuh semangat seperti para pemuda dahulu ketika merumuskan sumpah pemuda hehehe… waktu 2 jam ga kerasa banget… rasanya pengen nambah ahahah karena ga semua lagu yg kita mau diputer sampe abis.. ga ada satu pun dari kita yg ga ikut nyanyi.. dan kita pun ga lupa untuk mendokumentasi kegiatan ini.. tunggu saja rilisnya di facebook hahaha berupa foto dan video mungkin bakal ada tapi kalo ga ada mungkin karena ga lulus sensor kan sekarang undang undang APP udah disahkan jadi ga bisa lagi deh tuh para artis nunjukkin udelnya di depan tipi hahaha dan klimaks nya adalah ketika kita nyanyi lagu nya sherina JAGOAN dan pas banget kita ber8, 4 cw dan 4 cowo… maka bisa dibayangkan.. beraksilah kita hahahaha bertarung layaknya video klip lagu itu hahahah udah ah segitu dulu tentang kegiatan kita genKlay.. selanjutnya gw ceritain deh tentang bagaimana terbentuknya genKlay hahaha
assalamualaikum wr. wb. (biar ga lama ngetiknya jadi gw singkat aja) hehehehe… sekarang gw balik lagi dengan kelanjutan cerita tentang 6 pria kurang kerjaan yg bertualang sehari ke bandung… begini ceritanya…
setelah para 6 pria itu sholat di masjid salman itb lalu mereka semua masuk ke dalam itb. melakukan tour d’ itb hehe.. salah satu dari mereka yaitu alumnus dari GD itb 05 ingin menyambangi teman lamanya di img alias a.k.a atau istilah lain yang biasa kalian pakai lah hahah yaitu ikatan mahasiswa gd (jurusan tidak saya sebutkan) hahaha.. tapi sebelum masuk ternyata ada kejadian seru yang sayang kalo dilewatkan..
melati (bukan nama sebenarnya) adalah kekasih dari si sulung, si sulung berniat untuk memberi surprise kepada melati dengan maksud ujug-ujug ada di bandung tapi ternyata dia KETAHUAN. tak sengaja melati lewat depan rumah muuu… hahaha jadi laguuu.. bukan gitu deng. ga sengaja si melati melewati itb dan melihat mobil si sulung jadi kamu ketahuan….(tau kan lagu yg sempet booming ini) hahaha iya begitulah, gagal rencana si sulung dan ternyata si melati datang bersama mawar (kembali bukan nama sebenarnya). kingkong, kribo dan si tempura berkenalan dengan si mawar. dan kemudian terjadilah bencandaan mengenai si mawar.
untuk info: mawar cw berperawakan agak tinggi dan ga terlalu kurus. sesuai dengan selera si tunggal. jadi pasti taulah becandaan apa yang terjadi atau siapa yg menjadi korban dalam kasus ini hehhehe beginilah ceritanya..
tempura : “tunggal, lo sok sok gamau kenalan deh tadi! sok2an ngumpet dipinggiran padahal lo liat kan kalo si mawar juga manis dan sesuai dengan tipe lo. mau ga dikenalin hahaha”
tunggal : “boleh deh.. eh tapi ga ah. gamau gw” (dengan muka yang mesam mesem entah dengan maksut bercanda gamau atau beneran gamau)
semua serempak : “tuh gal si mawar pas banget sama selera lo! gede2 gimana gitu hahaha”
lanjut lagi ke kegiatan tour d’itb dimalam hari tersebut.
mereka ber7 karena sekarang ditambah si melati pacar si sulung melakukan jalan2 dari depan yaitu pintu masuk itb sampe ke tempat para mahasiswa yg mengikuti ekskul atau apalah itu bertempat. yaitu berada di sebelah perpus itb. dan lo harus tahu awalnya salah satu dari mereka mengira bahwa gedung itu adalah sebuah kolam renang atau apalah yang aneh dan yang pasti tidak mengira bahwa gedung itu adalah perpus!! bayangin aja gedung tinggi bertingkat 3 dengan dinding ditempel lantai berwarna biru tua biru muda layaknya lantai kamar mandi heheh… si kingkong yang merupakan alumnus itb itu mengeluarkan statement yang agak mencengangkan.
kingkong : “lo liat kan gedung itu? itu adalah kamar mandi terbesar di itb! dan gw seumur umur kuliah disini ga pernah masuk perpus itu heheh” kurang lebih seperti itulah ucapan kingkong. bayangin aja udah hampir 2 taun kingkong kuliah di itb tapi dia tidak pernah sekali pun menyambangi perpus itu. kemudian perjalanan pun berlanjut.
kingkong bagaikan tour guide pada malam itu, tidak henti-hentinya semua anak2 yg ikut nanya ke dia. itu apa kong ini apa kong itu gedung apa ini gdung apa.. kenapa bentuknya gini kenapa namanya gitu.. kenapa gedung itu ditanam di tanah.. sekitar itulah pokoknyaa. kemudian perhentian selanjutnya adalah depan gedung img atau markas himpunan jurusan gd. disana si kingkong melepas rindu dengan kolega koleganya dulu di itb hahaha dia peluk sana peluk sini tampar sana tampar sini hahah ga deng itu cuma bumbu dari gw.. sebenernya kingkong cuma peluk asalasalan layaknya teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. itu lah fakta sebenarnya. lalu kingkong mengenalkan salah satu temannya yang kemudian menjadi teman kingkong dalam melakukan tour guiding di itb itu heheh… oh iya gw lupa bilang setelah perjumpaan dengan gedung perpus itu, si sulung bersama pacarnya berpisah untuk selanjutnya janjian bertemu temannya yg lain yaitu tempat makan yg bernama the kiosk. balik lagi ke cerita tournya… sisa dari kelompok akhirnya kembali kejalan yg benar alias kembali ke pintu masuk dan keluar untuk selanjutnya mengharah ke tempat makan the kiosk itu. tidak ada kejadian seru di dalam the kiosk kecuali peristiwa mencak-mencak anak2 itu terhadap kasus si tunggal dan si mawar. terjadi lagi peristiwa ketawa ketiwi supaya si tunggal mau dikenalkan pada si mawar tapi tunggal bersikukuh tidak mau dikenalkan hahaha…
setelah makan di the kiosk dan harganya agak tidak bersahabat dengan kantung mahasiswa mereka semua ber7 memutuskan untuk mencari cemilan tengah malam.. mereka akhirnya ke tempat roti bakar madtari!
tahukah kalian dimana itu? hanya beberapa dari mereka yang tau dimana madtari berada. madtari ternyata berada di bawah flyover yg terkenal di bandung itu tapi gw lupa letak persisnya dimana.. mending cari sendiri deh heheh tapi tempat itu dahsyat banjet… tempatnya sih ga jauh beda sama tempat jual roti pinggir lainnya di jakarta atau dibandung.. tapi yg luar biasa adalah makanan yg mereka sajikan!! menu nya sih biasa aja roti bakar mi goreng dan pisang bakar.. ini cerita menariknya… satu dari mereka memesan roti bakar coklat keju kacang susu, pas keluar roti itu biasa saja tidak menggugah selera makan sama sekali.. namun kemudian si tempura yang memesan roti itu meminta agar si abang tukang baso heheh ga deng abang rotinya untuk menambahkan keju diatasnya dan walhasil adalah……. keju diatas roti itu benar benar MENGGUNUNG!!!!! benar benar diluar perkiraan diluar logika tapi masih didalam harga mahasiswa hehehe roti tersebut harganya sekitar Rp 7000 an tapi rasanya ampun deh mengenyangkan banget menurut tempura.. sampe-sampe roti itu masih bersisa beberapa potong. tempura masih bingung dapet untung dari mana abangnya kalo jualannya bisa jorjoran gitu, tapi itu bukan urusan dia yg penting urusan dia makan dan bayar rotinya!hehehe keajaiban ga cuma disitu aja.. si gondrong dan si kribo memesan mi goreng kornet dan hasilnya adalah…. kornet nya benar2 banyak bangetttttt…. bayangin aja satu kotak kornet biasa yg sering lo beli di supermarket atau pasar kira kira hanya untuk 2 porsi mi gorengggg gila ga tuhhhhh???? tempura gondrong dan kribo terperanga dibuatnya hahaha lebay abis tulisan gw maaf yaa..
setelah makan selesai perjalanan pun berlanjut.
si gondrong dan si tunggal ingin ke tempat bernama BUKIT BINTANG dan yg lainnya pun setuju.. tapi yg akhirnya pergi hanya ber5 yaitu tunggal kribo kingkong gondrong dan tempura. si sulung mt karena pergi pacaran melepas rindu dengan pacarnya si melati hahaha… tapi bodohnya mereka semua ga ada yg tau dimana letak persis dari BUKIT BINTANG itu.. mereka hanya mendengar gosip bahwa ada tempat bagus dan baru dibandung untuk melihat bintang berupa bukit gitu.. mereka mendengar bahwa tempat itu berada di daerah dago atas dan lagi lagi itu masih rumor..
jalan lah mereka semua ke daerah dago atas dengan mengendarai mobil getz merah si sulung.. si sulung dan pacarnya naik mobil si melati entah kedaerah mana. setelah jalan2 ke daerah dago atas ternyta jalan ditutup karena cafe cafenya pun tutup.. jadi mereka putbal alias u turn lah dan melanjutkan perjalanan ke rumah kopi dan hasilnya mereka pun tidak jadi ke rumah kopi.. mereka akhirnya jalan2 sampai ke daerah bawah dan akhirnya memutuskan untuk nongkrong nongkrong di CIRCLE K SIMPANG… oia for your info di bandung lagi ada saingan circle K yaitu toko yg bernama WAROONG dengan logo w dan lengkungan senyum dibawahnya. dari rumor yg beredar toko itu dimiliki oleh anak SBM taun 04 tapi entah benar apa tidak.
di circle k simpang bergabung 3 teman dari kingkong yaitu kita sebut saja nuja agung dan deta. jadi disana berkumpulah pria pria kesepian itu… dimulai dari percakapan kaku sampai ke percakapan yang sudah tidak tahu malu dan mulai mengumbar aib masing masing hahaha… sungguh seru percakapan yang terjadi..awalnya hanya tunggal gondrong kingkong dan tempura yg becanda tentang aib mereka masing2 (oia si kribo tidur di mobil, ga asik banget hahaha) tapi kemudian agung nuja dan deta, teman seperjuangan kingkong dulu di itb pun mulai becanda lepas dan mengumbar aib aib mereka hahaha… tapi maaf gw ga bisa mengumbar aib aib mereka tentang bagaimana salah satu dari mereka bernasib malang sebelum menjadi kahim atau bagaimana opini yang terlempar dari mereka tentang salah satu dari mereka yang diperalat pacarnya untuk mengerjakan tugass uuppss hahahaha… mereka semua terus tertawa walau dunia tak seindah syuurrga hahaha jadi nyanyi… tapi kemudian kejadian yang aneh terjadi……
ditengah perbincangan yang mulai hangat tiba-tiba ada mbak mbak yang dari lama juga nongkrong di circle k tersebut namun beda tempat dari genk pria itu. tiba2 ada mbak mbak yg minta kenalan dengan salah satu dari pria itu.. saya tidak sebutkan yang mana.. tapi akhirnya mbak mbak itu kenalan dengan semua pria itu hahahahahaha sungguh terlalu… suasana jadi mencekam, si oknum yg dimintai untuk kenalan habis nasibnya menjadi bulan bulanan semua temannya hahahaha mammam tuhh.. mbak mbak itu bernama TARI (nama sebenarnya) hahaha… dan tari pun di beri label sebagai PRIMADONA CIRCLE K SIMPANG. suasana mulai tidak nyaman karena ada mbak mbak itu yang selalu mengawasi gerak gerik dari si korban. tapi teman teman korban makin cuek dan selalu menyebut nama tari.
waktu seiko menunjukkan sekitar pukul setengah 4 pagi dan mereka pun bubar tapi yg belum bubar ada nasib si korban di cak cakin oleh teman temanya dan TARI pun menjadi tema malam itu hahahaha 5 pria itu akhirnya pulang dan tidur di rumah nenek melati. dan akhirnya kembali pulang ke jakarta sekitar pukul 8 pagi.
6 pria kurang kerjaan
October 26, 2008
hari terakhir uts semester ganjil tahun ajaran 2008 di fakultas isip universitas yang menggandeng nama negara hehe.. katanya sih universitas standar internasional, tapi wc aja suka ga ada air, terus kursi aja masih suka berisik kalo digeser dan yang paling parah kadang spidol buat dosen aja ga ada hahaha…
oke kita kembali ke cerita yang seharusnya, ada 6 orang pria lajang yang ingin mencari rutinitas lain setelah penat pusing dan runyam dibuatnya oleh uts tercinta itu hahaah.. yaitu kita sebut saja si sulung (ternyata dia satu2nya yg tidak lajang dalam kelompok ini), yang kedua adalah si tunggal, si kribo, si kingkong, si gondrong dan si tempura (ini semua nama disamarkan tapi ketauan yauda hahaha).
jadi begini ceritanya…. mereka berencana untuk pergi jalan2 yang jauh dari depok dan jakarta… tercetus lah bandung (bandung emang jauh ya? hehhee) mereka ber6 sepakat untuk pergi ke bandung tektok pergi pulang atau pulang pergi sama aja lah yaa.. dengan menggunakan mobil si sulung tapi karena si kingkong juga sedang membawa mobil jadi kita harus kerumahnya dulu dengan maksud mengembalikan mobilnya… terbagi dua lah mereka. yang satu ada dimobil kingkong, yaitu gondrong dan kribo. kemudian satu lagi ada di mobil si sulung, yaitu tempura dan tunggal.
cerita bermulai disini…
gondrong : “eh tempura pada dimana lo?”
tempura : “bentar ini lagi keluar tol.”(nama tol lupa apa jadi ga ditulis)
kingkong : “ngapain dia keluar tol situ!”
eh ternyata si gondrong menyampaikan dengan bumbu.
gondrong : “ngapain sih lo keluar lewat situ bego!”
kingkong : “eh gw ga pake bego ya ngomongnya!”
tempura mendengarkan perbincangan antar kingkong dan gondrong dan agak sedikit kesal karena pake bumbu segala..
sampailah kita dirumah kingkong..
oia sebelum sampe kita ber6 bertemu si baru jomblo di jurusan sosio 07 alias kiper sosio 07 dia baru aja potong rambut dan mirip banget bergaya mafia cina hahahaha…
oke lanjut…
di rumah kingkong si tunggal dan si gondrong sholat zuhur demi keselamatan perjalanan, lalu si sulung ngaca dengan maksut benerin rambutnya dan kalo sering diperhatikan dia emang sering banget benerin rambutnya walaupun lagi main futsal juga dia sering benerin rambut hahahaha
lalu ada si gondrong yang dengan penuh semangat merampok makanan yang ada dimeja.. dia emang tukang gratak ternyata.. semua makanan yg ada di embat juga, bahkan kue yg ada juga diembat. dan yang lebih parahnya lagi makanan itu di bungkus dalam plastik untuk menemani perjalanan hahaha..
lalu si tempura juga sebenarnya menggratak meja makan tapi tidak se frontal si gondrong, tempura bergerak lebih anggun dan sopan meskipun niatnya sama minta makanan tanpa ampun hehehe…
perjalanan pun dimulai…
mereka semua satu mobil naik mobil getz merah milik si sulung. kalian bayangkan saja.. bagi anak2 sosio pasti tahu sebesar apa badan si tunggal dan si kingkong.. di kursi belakang ada gondrong, kribo, tempura, dan si tunggal. di depan si kingkong dan si sulung yg menyetir.
perjalanan belum jauh tapi si kribo dan si tempura sibuk ngemil makanan yang diambil dari rumah kingkong.. ternyata mereka berdua kelaparan. padahal seharusnya cemilan itu untuk perjalanan nanti tapi belum juga keluar dari komplek perumahan, cemilannya udah abis hehhe..
di tengah perjalanan, si tunggal membaca semua papan nama yang ada.
tunggal : “haduh gw bacain gini kayak bapa2 ya yg baru jalan2 kedaerah baru hehehee”
semua serempak : ” iya lo!”
lalu kemudian si kingkong mengeluarkan statement yg mengejutkan ditengah perjalanan itu.
ada salah satu anak yg bertanya : “kong kalo sekolah STIE SWADAYA bagus ga tuh?”
kingkong : “waduh kalo itu sekolah pecun semua isinya, klo lo ga percaya buktiin aja sendiri. ,pas mereka semua keluar lo tunggu aja di halte bis didepan sekolah itu. ntar jg ada yg nyamperin.”
parah… ternyata di daerah itu ada sekolah yg isinya gituan.. tapi mereka semua belom sempat untuk membuktikan mengenai hal itu. mungkin diperjalanan berikutnya akan dibuktikan hahahahaha.
kemudian masuk lah mobil tersebut ke jalan tol.
mobil hanya berjalan santai antara 80-100 km/jam , karena mobilnya ga kuat berjalan lebih. bayangin aja mobil kecil gitu isinya 6 orang. dan dua diantara mereka berbadan besar.
ketika mobil sudah sampai di tol cipularang, sang pengmudi alias si sulung mulai menambah kecepatan. dia mulai menyetir salip kanan salip kiri, lalu terjadilah tragedi badan rambo hati rinto.
tunggal : “haduh sulung nyetirnya atiati dong jangan ngebut2 trus jangan sambil liat hape!!!!”
si tunggal dengan nada penuh kecemasan dan posisi kedua tangannya yg pegangan ke pegangan yg berada di langit2 mobil. dia bener pegangan erat loh!!! padahal anak-anak yang lain di mobil itu duduk dengan santaii.. atau dalam bahasa si tunggal mereka duduk dengan SANDU..alias santai.. disitulah terlihat satu fakta bagaimana si tunggal yg berbadan rambo itu berhati rinto.. seperti temannya si kingong berhatu hello kitty hehehehe
perjalanan menempuh waktu kurang lebih 2 jam atau mungkin bisa lebih.., lupa gw soalnya hehehe
dan tujuan pertama mereka adalah ITB!!
mereka semua sholat di masjid salman itb, fakta yg kita temukan disana.. meskipun tempat sholatnya enak tapi kok kenapa ya agak2 bau kaki alias bau jempol gitu disana hahahaha…
part 1 sampai sini dulu yaaaa karena cerita selanjutnya akan lebih seru lagi.. si sulung jalan2 bareng pacarnya.. dan sisanya yg ber5 jalan2 keliling bandung mulai dari mencar BUKIT BINTANG sampai ke TRAGEDI PRIMADONA CIRCLE K simpang hahahaha
maaf ya kalo ada salah2 ketik namanya juga awam hehehe
Hello world!
October 25, 2008
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!